Iya, Kebimbangan

Pict : Pixabay

Aku bimbang hari ini, apakah harus diambil atau lepaskan saja? Sungguh ini mungkin kesempatan yang tidak datang dua kali. Tapi, aku harus bagaimana? Memikirkan nya karena belum ada pengalaman apa-apa.

Dan saat ini aku bertanya kepada beberapa teman online ku. Mereka menjawab, jika memang suka ambil saja. Tetap saja kebimbangan itu selalu muncul di pikiranku. Lalu ada yang memberikan saran untuk sholat istikharah. “Wah saran yang tepat sekali.”

Aku memikirkan lagi saat perjalanan lagi dan merenungi, “kenapa gak diambil saja ya sebagai jawaban jika ada orang yang bertanya tentang pekerjaan?” Ide yang bagus pikirku. Tapi lagi-lagi pikiranku liar kemana-mana, ada yang berbisik tidak usah diambil dan ada yang berbisik ambil saja. Ini kan keinginan mu, mungkin ini jalan pintasmu untuk bisa mendapatkan pengalaman.

Memang pikiran ini kadang membunuh keinginan, kadang iya dan kadang juga tidak. Sungguh sangat menyebalkan. Kenapa sih aku memikirkan ini saja rumit sekali. Ingat, ikutilah kata hatimu saja jika itu memang baik. Jika tidak baik jangan diambil. Nah kan sederhana dan simpel sekali.

Lalu aku sekarang mencari sesuatu hal yang dapat menyakinku dengan membaca kutipan di artikel.

“Orang pesimistis melihat kesulitan dalam setiap kesempatan. Orang optimistis melihat peluang dalam setiap kesulitan.” – Winston C.

“Kesempatan emas bersembunyi di setiap sudut, menunggu orang berinisiatif menghampiri dan menemukannya.” (Anonim)

“Kesempatan hanya menantikan orang yang siap dan giat.” (Anonim)

“Hidup adalah kesempatan yang harus diambil, jalan yang harus dilalui, dan teka-teki yang harus dipecahkan.” (Anonim)

“Tiga hal dalam hidup yang tidak akan kembali yaitu waktu, kenangan dan kesempatan.” (Anonim)

Membaca kutipan ini membuat aku lebih yakin untuk mengambil kesempatan ini, memang ada parameter yang membantu.

Nah jika kamu merasa sulit untuk mengambil kesempatan bisa baca kutipan ini atau bisa bertanya kepada orangtuamu, teman, sahabat atau bisa tanya pada rumput yang bergoyang. Tapi, jika belum yakin cara yang paling tepat adalah sholat istiharah yakni solat meminta petunjuk.

Tapi ya semua kebingungan ini masih aku pikiran, mungkin besok akan berubah pikiran. Hari ini aku hanya menuliskan keresahan saja.

Sumber https://m.merdeka.com/sumut/30-kata-kata-bijak-tentang-kesempatan-dan-melihat-peluang-berikan-perspektif-kln.html#:~:text=%22Jika%20kita%20takut%20mengambil%20peluang,mau%20berusaha%20yang%20bisa%20melakukannya.%22

2 tanggapan untuk “Iya, Kebimbangan”

  1. Coba dianalisis, Pak, apa aja pro & kontranya, apa aja manfaat dan kerugian kalau mengambil kesempatan ini atau kalau gak mengambilnya. Saya biasanya begitu, bikin analisis tertulis dalam mempertimbangkan sesuatu. Dan, ya, salat istikharah juga (gak cuma 1 kali salatnya, tapi berkali-kali sampai ada ketetapan hati mau ambil atau tidak).

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web Anda dengan WordPress.com
Mulai
%d blogger menyukai ini: