Hari pertamaku bercerita

Hari ini aku lebih banyak menatap layar laptop, sampai lupa menatap kamu. Eh maaf ya.

Keseharianku menjelajah internet mencari apa yang ingin aku cari, siapa tau dapet jodoh hehe.
Aku mencari buku-buku untuk di baca di tahun 2020. Tapi apa ya, ada yang punya rekomendasi buku yang menarik? Ya kalo bisa sih yang isinya yang 20 th keatas deh hehe maksa.

Aku coba tanya temenku yang suka baca, hai bro, mbak bro, punya rekomendasi buku bagus ga? Ada yang rekomendasiin buku tere liye-Bumi dan apalah banyak hehe. Tapi aku lagi nyari yang non fiksi, ya jujur aja sih aku kurang suka fiksi.
“Hmmm pasti ga mau fiksi karena cuma cerita ya?” atau lebih baik nonton aja ya dari pada baca. Ya ga gitu juga ya, kan setiap orang punya kesukaannya hehe.

Setelah dijelajahi aku ketemu buku yang keren sekali judulnya spiritual reading, aku baca singkat isinya di blog orang. Yee akhirnya aku senang, tapi tapi, aku coba cek di marketplace ternyata stok buku ini kosong. Padahal pengen banget punya buku ini jadi penyemangat membacaku. Tapi apalah daya bukunya habis.

Ok tapi gak papa, aku coba cari lagi. Aku ketemu buku judulnya tazkiyatun nafs. “hmm, sepertinya buku ini cocok aku baca.” sepertinya aku harus membersihkan hati yang begitu banyak dosa dosa.

Itu ceritaku hari ini

Ok. Pernah ga merasa bingung pas mau beli buku? Bertanya sana sini tapi akhirnya yang direkomendasi ga ada yang dibeli, malah ketemu sendiri. Hehe

Day 1 30 hari Bercerita

Yee Review Buku Tentang Hadiah Perasaan

Review buku lah..
Judul : Hadiah Perasaaan
Penerbit : @mediakita
Penulis : Ivanasha
Editor : Fenisa Zahra

Puisinya begitu mendalam sampai aku terlarut dalam bait bait nya . Aku terlarut dalam makna puisinya. Apa yang dituliskan membuat diriku semakin mengerti patah hati, cinta dan rasa yang begitu mendalam.

Apakah pernah merasakan patah hati? Selalu saja terlarut oleh itu. Tak terima dengan kepatah hatiannya. Tak terima harus mengalami ini. Tapi bukannya dari patah hati terdapat hal yang kita dapatkan? Pikirlah ….. Melupakanmu tidak akan bisa lupa tetapi menyembuhkan bukan melupakan.

“Seperti senja yang selalu berharap pulang kelautan, rindu adalah langit yang mencari-cari dimana tubuhmu berada. Ia percaya bahwa sepasang lenganmu ada laut lepas tempat seluruh resah bisa menghapus dirinya sendiri. Aku hanyalah sebentuk awan yang rela menikmati rentang rindu sebelum sore betul-betul tenggelam. Namun, aku juga sering kali berharap menjadi hujan agar bisa menyentuhmu lebih dari matahari terbenam” (Hal. 13).

“Luka tidak memiliki suara, sebab itu air mata jatuh tanpa bicara” (Hal. 124).

Sempat berhenti dari ….

Aku awalnya buka wordpress hanya untuk membaca apa aja yang ingin aku cari. Aku mencari artikel tentang meningkatkan minat baca, serba membaca deh aku suka. Dari bagaimana sih meningkatkan minat baca untuk para milenial? . Ya mungkin lebih banyak menyentuh smartphone dari pada buku. Lebih banyak baca status orang dari pada baca buku. Ya wajar saja, aku juga dulu seperti itu ya.

Dan ada beberapa blog kak Grant Gloria yang membuat hatiku terpanggil untuk membuat blog. Awalnya sih aku ragu-ragu tapi kan kalo ragu terus kapan mulainya, dan aku coba menantang diri aku untuk membuat dan menuliskan apa yang terjadi di kehidupanku. Kenapa aku menuliskan kehidupanku aja. Karena katanya penulis sih yang aku denger di youtube bahwa menuliskan diri sendiri itu lebih mudah.

Aku mencoba tuh menuliskan diri sendiri. Ya memang sih dalam setiap menuliskannya ga mudah. Ya kadang juga kok kata katanya ga nyambung sih. Aku sempat berpikir, ya gak papa deh kan baru mulai, kata kak Halizalts di akun wattpadnya kalo gak salah sih udah lupa sih “maaf”. Ditulisan kak halizalts begini bunyinya “Gak ada karya yang jelek, hanya karena belum mengasahnya saja.” Dari situlah aku coba prosesnya hehe.

Setelahnya aku menuliskan kedua aku pengen ikutan komunitas blogger, aku coba cari cari dan ga ketemu apa karena akunya aja malesan hehe. Ada juga yang berkomentar ada kakak siapa yang pernah buka tantangan menulis blogger gitu. Tapi ya udah telat kali ya. Yaudah deh lah aku ngeblog aja sendiri tanpa komunitas.

Dan pada akhirnya jeng jeng jeng, aku menemukan sebuah artikel kak Ayu Frani, aku membaca dengan khusyuk hehe. “Wah menarik nih” kataku. Setelah aku baca dari artikel kak Ayu Frani dengan persyaratakannya, tanpa banyak mikir aku langsung tuh kepoin Komunitas Bloger Ikatan Kata https://ikatankata.home.blog/. Aku menelusuri yang ada di blog ikutan ikatan kata. Komunitas ini di miliki oleh kak Fahmi Isfah. Dan pada akhirnya aku mendaftarkan diri untuk mengikuti komunitas nya. Yang mau daftar cek aja di sini https://ikatankata.home.blog/join-us/.

Makasih lagi sama Mbak Sondang yang mengispirasi tulisannya, Akhirnya aku bisa menyelesaikan tugasnya.

menulis itulah…

Menulislah setiap kamu punya ide dan kalau juga ga ada ide tulislah juga. Dalam proses nulis kamu akan menemukan ide.

Aku belum menemukan bahwa menulis itu mengasikkan. Kadang juga aku menulis karena, kan hari belum nulis. Padahal, sebetulnya kalo begitu terpaksa ya. Aku akan terus mencari kalo menulis itu mengaksikan.

Kata Eyang B.J Habibie “Menulis buku untuk menghilangkan sakit jiwa bukan untuk mengenang rasa di hati”.

Aku termenung lama, memahami makna yang disampaikan beliau. Hmm bener juga ya, tapi disitu ada dua objek yang kita peroleh dari kata yang diucapkan beliau

1. Menghilangkan sakit jiwa. 2. Untuk mengenang rasa dihati. Jadi dua objek ini pasti ada orang yang setuju nomor 1 dan ada juga nomor 2. Mungkin dua-duanya. Kalo aku sih lebih kedua-duanya. Kenapa? Karena di objek itu aku merasakan keduanya.

Terus kalian condong kemana?😄

Review Buku Jika Kita tak pernah jadi apa-apa

Review Buku
judul : Jika kita tak pernah jadi apa-apa
penulis : Alvi Syahrim
Editor : Tesara Rafiantika
Desain : Agung Nurnugroho
Penerbit : Gagasmedia

Buku ini membahas banyak sekali,
Dari membahas tentang kekhawatiran masa depan.
Pemaparan tulisan yang kak alvin bahasa yang mudah dipahami dan tentunya apa yang pernah kita alami ada dibuku ini. Buku ini serasa jadi teman aku guru aku. Yang dulu nya aku terfocus pada sesuatu. Tapi, setelah baca ini aku mulai mengerti dan aku mulai salah langkah.

Di buku ini aku suka banget. Terdapat pemaparan ayat Alqur’an dan hadist. Di sinilah aku merasa tertampar.

Aku merasa diriku bodoh. Bodoh dalam hal melangkah sesuatu. Dan bodohnya lagi, kenapa aku baru menyadari hal itu kenapa?😖

Tapi tak apalah ,jadikan semua itu perjalanan dan ambil hikmahnya saja. Teruslah berjuang pantang menyerah😄

Makasih buku ini jadi temanku 
#buku #reviewbuku #masadepan

Tergoda nulis lagi😅

Aku iri sumpah sama kalian(iri kebaikan gak papa kan😀) yang setiap harinya nulis sesuatu hal yang ada dikehidupan mereka. Dari jalan- jalan keluar negeri, makan makan ya ditulis juga, bermacam-macam makanan dan masih banyak lagi, coba aja kalian telusuri.

Apalagi liat tulisan mereka yang mudah dipahami dan tersampaikan oleh pembacanya.

Aku masih saja nulis belum tentu orang memahami apa saja yang aku sampaikan. Ga papa semua kan butuh proses.

Rasanya aku harus punya schedule menulis setiap harinya. Walaupun hanya selembar saja itu lebih baik dari pada ga menulis.

Menuliskan apa yang telah kita lakukan didunia ini akan menjadi riwayat atau jejak langkah kita didunia ini. Toh walaupun jelek kan ga papa. Daripada ga nulis. Hehe.

Aku coba lagi liat tulisanku. Haha ternyata amburadul, ada yang bagus toh juga ada yang jelek. Hehe.. Aku tertawa ketika melihat apa yang ditulis. Tapi gak papa awal pembelajaran mah gitu

Gak jelas😄

Review Buku Kamu Kapan Nikah😄

Judul buku : Kamu Kapan Nikah
Nama penulis : Sophia Mega, Eka Arsita Hardini, Nessya Suraduhita, dan Putri Intifada

Buku ini cocok buat kamu yang belum siap nikah pun cocok buat kamu yang sudah siap nikah.
Di ceritakan (kayak dalang gitu) kita harus tau apakah persiapan sebelum nikah, apa saja sih yang harus kita lakukan. Tentu kan masih banyak yang bingung apalagi kamu cieee…
Isinya menjelaskan langkah – langkah mulai nikah hmmm romantis ehe. Yuk kita apakan hmm udah deh liat aja dibawah ya heheh
Bab pertama langkah awal Mengapa menikah?
Bab kedua langkah Atasi ketakutan dulu, Yuk!
Bab ketiga langkah Mempersiapkan dirimu
Bab keempat langkah menuju ke pernikahan
Apa saja sih hal dalam menuju pernikahan?
Bab lima Pascaresepsi
Bab enam Menjaga Pernikahan
Bab tujuh Pernikahan Punya Cerita Sendiri
Bab delapan Kesimpulan
“Jangan Menikah kalau hanya sekedar ikut-ikutan, karena pernikahan adalah keputusan besar yang punya banyak tanggung jawab sesudahnya”. (Hal 188)

Budayakan membaca buku

Review Buku Anakku Hartaku

Buku ini rekomendasi bagi yang nikah pun yang belum nikah juga boleh.
Isinya menceritakan tentang bagaimana sih cara mendidik anak yang benar.
Dan bagaimana sih cara berkomunikasi baik dengan anak kita ehem ciee..
Dari pada banyak ngomong yuk kita eksekusi asyekkk…
Bab pertama tentang Mempersiapkan kehadiran sang buah hati
Hal pertama yang perlu kita persiapkan adalah pentingnya figur Orangtua. Belajar kondisi psikologis anak sebelum punya anak, Tekanan emosi pada ibu hamil mempengaruhi jiwa janinnya. Jadi kalo masih mengandung, hati hati dalam berucap. Apa lagi marah marah gak jelas. Karena itu pisa mempengaruhi jiwa janinnya. Nah kita juga harus paham perbedaa karakteristik Pria itu seperti apa? Pun harus paham perbedaan wanita. Kepribadian Vs mood . Luka batin Masa lalu. Disaranin sih kalo luka batin masa lalu masih ada. Jangan menikah dulu tapi sebaiknya harus diobati karena takutnya anak kamu yang jadi korban.
Pada bab dua kita harus mengenali kondisi psikologis anak. Tentu hal ini penting dan sangat sangat harus dipelajari dan dipahami betul ya. Nah Perkembangan Emosi anak anak dan remaja itu berbeda loh. Jadi harus paham ya. Hal yang dibutuhkan dalam proses tumbuh kembang jiwa anak. Nah ini penting juga. Kadang orang tua sering pilih kalimat yang salah. Karena takutnya anak mempresepsikan orang tua sebagai polisi atau pun hakim.
Berikut ini beberapa akibat bila anak kehilangan figur orangtua
“Dia akan mudah terpengaruh orang lain karena jiwanya kosong sehingga secara alamiah akan mencari orang yang mengisinya.”(hal. 52).
Nah perlu ditekankan pada orang tua . jangan pernah berbuat bohong di anak kita apalagi malah diajari karena akan terjadi dan menjadi cikal bakal di masa depan.
Contoh :
Kakak tersugesti bahwa “jujur itu menyakitkan”, sedangkan “bohong membuat diri aman dari kemarahan”. Anda bisa menduga apa yang kemungkinan terjadi. Kakak akan sering berbohong. Hal ini bisa terbawa sampai ia dewasa. Sungguh mengerikan. (Hal. 74)
Bab empat adalah tips mengambil hati dan mengubah prilaku anak. Cara efektif mendekati anak, iming iming hadiah siasati waktu berharga bersama anak. Hal hal yang harus diperhatikan pada masa kecil anak agar anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang positif?
“Jangan sering mengeluh tentang kehidupan di depan anak karena dia akan tumbuh menjadi seorang pengeluh”.(Hal. 98)
Bab empat adalah Mencari terapi dan pola asuh yang tepat bagi anak.
Terapi jiwa anak saat subuh dan malam. Kenapa subuh dan malam. Karena kondisi itu yang paling efektif untuk memasukkan sugesti kejiwa anak. Terapi dongeng ini juga penting sekali.
Membaca dongeng pada malam hari dapat membentuk kejiwaannya. Pilihlah ceritanya tentang nilai nilai yang dapat membentuk jiwa nya. (Hal. 135)
“Manusia tidak bisa memaafkan dengan logika, tapi dengan sentuhan yang masuk ke batin terdalamnya. Hal ini hanya dimungkinkan terjadi ketika logika tidak terjaga”. (Hal 150).

maaf ya udah lama gak repost😖 pasti pada nungguin ya😄

Buat situs web Anda di WordPress.com
Mulai